Sepertiga Malam
Ia ingin sekali mengadu pada Tuhannya
Tentang angin berhembus semilir
Deru desah dingin gelisah
Tentang air mengembara sungai dan laut
Dan ia lah batu, biar di situ, menunggu
Tentang air mata mengering di dermaga;
sajadah basah pada sepertiga malam resah
Tapi ia takut tak temukan titik
Tak temukan kata penghabis
Karena ia tahu do'a terbatas pada bahasa
Maka ia merubahnya menjadi nafas
Tak terbatas hingga ia tuntas!
Komentar
Posting Komentar