Surat Rindu dari Sepucuk Daun Kering
Untuk adikku: Habil Mayco
Katanya, ia melihatmu berjalan jauh
Meninggalkan beberapa potong hati yang tak lagi pada tempatnya
Mengosongkan jiwa
Melompongkan raga
Katanya, ia melihatmu terbang bersama sosok tak dikenal
Membuat kami nyeri, ngilu, sendu
Katanya, kamu benar-benar pulang
Bukan ke rumah kami yang reot
Tapi ke persinggahan terakhir
Istana! Katanya
Lalu kubalas sepucuk surat rindu dari kering
"Sampaikan pada adikku, aku, Ayah, Ibu juga rindu"
Komentar
Posting Komentar