Kabut
Malam yang gigil dan dedahanan telanjang
Kau yang dingin dengan mendengung merusak gendang
Lalu, gerimis tak mampu bersembunyi pada paras cekung
Malam yang gigil dan dedahanan telanjang
Ia gemetar menahan sembilu
Kau mengulum senyum yang tak enyah dari ponselmu!
Malam yang gigil dan dedahanan telanjang
Kau masih mengira ia bersama malam
Hingga pagi datang dan malam perlahan hilang
Ia tak lagi di sana, sayang....
Komentar
Posting Komentar