Ma

Ma, doa'aku kau baik-baik saja
Tersenyum hangat dalam dekap ayah
Ma, do'aku kau sehat selalu
Jangan menangis memandang fotoku dan menahan rindu
Ma, jangan lupa menutup jendela saat malam tiba
Agar angin malam tak mengusik tidur lelapmu

Ma, kata orang aku harus selalu menyebutmu dalam do'a
Tapi ma, bukankan do'a terbatas pada bahasa?
Maka aku memutuskan mengubahnya menjadi nafasku
Setiap yang kuhirup adalah do'aku
Setiap nafasku adalah dirimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Siang Hari

Sepertiga Malam

Surat Rindu dari Sepucuk Daun Kering